Subtitle
Terjemahan
My favorite place in Florence is Caffè Verdi, located in a quiet neighborhood near the Arno River. This area still carries the charm of old Italy, with small bakeries, family-owned restaurants, and narrow cobblestone streets. Years ago, many famous painters lived nearby, giving the neighborhood a creative spirit. Caffè Verdi is named after the Italian composer Giuseppe Verdi. The owner, Signor Rossi, is a cheerful man who loves classical music. He often plays Verdi’s operas in the background and spends his afternoons talking with his friends at a corner table. Their lively Italian conversations mix perfectly with the music, creating a warm and welcoming atmosphere. I go there often. I usually order a cappuccino, sit by the window, and write stories for my students. Sometimes I review my French lessons. Sometimes I read a novel. Sometimes I simply watch people passing by. The staff never seems to rush me—they always greet me with a smile. When the sun is out, I sit at the outdoor tables. In winter, I stay inside, enjoying the rich aroma of fresh coffee. If you ever visit Florence, stop by Caffè Verdi near Ponte alle Grazie. Bring a good book, sip your coffee, listen to the opera, and stay as long as you like. No one will hurry you.
Tempat favorit saya di Florence adalah Caffè Verdi, yang terletak di lingkungan yang tenang dekat Sungai Arno. Daerah ini masih menyimpan pesona Italia kuno, dengan toko roti kecil, restoran milik keluarga, dan jalanan berbatu sempit. Bertahun-tahun lalu, banyak pelukis terkenal tinggal di dekatnya, memberikan lingkungan itu semangat kreatif. Caffè Verdi dinamai dari komposer Italia Giuseppe Verdi. Pemiliknya, Signor Rossi, adalah pria ceria yang menyukai musik klasik. Dia sering memutar opera Verdi di latar belakang dan menghabiskan sore harinya berbicara dengan teman-temannya di meja sudut. Percakapan Italia mereka yang hidup berpadu sempurna dengan musik, menciptakan suasana yang hangat dan ramah. Saya sering pergi ke sana. Saya biasanya memesan cappuccino, duduk di dekat jendela, dan menulis cerita untuk siswa saya. Kadang-kadang saya meninjau pelajaran bahasa Prancis saya. Kadang-kadang saya membaca novel. Kadang-kadang saya hanya melihat orang-orang yang lewat. Staf tidak pernah terburu-buru—mereka selalu menyambut saya dengan senyuman. Saat matahari terbit, saya duduk di meja luar ruangan. Di musim dingin, saya tinggal di dalam, menikmati aroma kopi segar yang kaya. Jika Anda pernah mengunjungi Florence, mampirlah ke Caffè Verdi dekat Ponte alle Grazie. Bawalah buku yang bagus, sesap kopi Anda, dengarkan opera, dan tinggallah selama yang Anda suka. Tidak seorang pun akan terburu-buru.