Subtitle
Terjemahan
Emma and David had been married for three years. David was different from many men she knew. When Emma wanted to share her feelings, David would stop what he was doing, even if he was watching his favorite basketball game. He listened carefully, trying to understand her world and emotions. David believed that a strong marriage meant putting “us” before “me.” He often adjusted his work schedule to spend more time with his family. He knew Emma’s best friends, her worries, and her dreams. Because of this, Emma felt loved and respected every day. Their children also felt close to David. He knew all about their hobbies and fears. When his son wanted to play or his daughter wanted to talk, David always had time. He wasn’t afraid to show his feelings, and he taught his children to respect theirs. Meanwhile, Emma’s friend Laura had a husband who never listened. He thought family life should revolve around him. He refused to take advice and became distant. Over time, no one wanted to share anything with him. David’s way of living brought happiness and deep connection, while Laura’s husband lived in isolation.
Emma dan David telah menikah selama tiga tahun. David berbeda dari kebanyakan pria yang dia kenal. Ketika Emma ingin berbagi perasaannya, David akan berhenti melakukan apa pun yang sedang dia lakukan, bahkan jika dia sedang menonton pertandingan bola basket favoritnya. Dia mendengarkan dengan saksama, mencoba memahami dunia dan emosinya. David percaya bahwa pernikahan yang kuat berarti menempatkan 'kita' di atas 'aku'. Dia sering menyesuaikan jadwal kerjanya untuk menghabiskan lebih banyak waktu bersama keluarganya. Dia tahu sahabat-sahabat Emma, kekhawatirannya, dan mimpinya. Karena hal ini, Emma merasa dicintai dan dihormati setiap hari. Anak-anak mereka juga merasa dekat dengan David. Dia tahu semua tentang hobi dan ketakutan mereka. Ketika putranya ingin bermain atau putrinya ingin berbicara, David selalu punya waktu. Dia tidak takut menunjukkan perasaannya, dan dia mengajari anak-anaknya untuk menghormati perasaan mereka. Sementara itu, teman Emma, Laura, memiliki suami yang tidak pernah mendengarkan. Dia berpikir kehidupan keluarga harus berputar di sekelilingnya. Dia menolak untuk menerima nasihat dan menjadi jauh. Seiring waktu, tidak ada yang mau berbagi apa pun dengannya. Cara hidup David membawa kebahagiaan dan hubungan yang mendalam, sementara suami Laura hidup dalam isolasi.