Subtitle
Terjemahan
Have you thought about your New Year’s promises yet? Some people write them down carefully, while others just keep them in mind. The tradition of making resolutions goes back thousands of years. In ancient Rome, people honored Janus — the god with two faces who could see both past and future. Romans believed Janus watched over new beginnings, so they exchanged gifts and forgave others as each year started. New Year’s Day hasn’t always been January 1. Only cultures using a 365-day solar calendar celebrate it then. In 46 B.C., Julius Caesar introduced a new calendar and officially made January 1 the first day of the year, naming the month after Janus. Over time, resolutions have come to mean personal goals — like being healthier, studying harder, or changing bad habits. Some people decide to eat better, exercise more, or stop smoking. Others want to focus more in school or improve their work. But whether or not we keep these resolutions, they remind us to look back on what we’ve done and forward to what we hope to achieve.
Sudahkah Anda memikirkan tentang janji Tahun Baru Anda? Beberapa orang menuliskannya dengan hati-hati, sementara yang lain hanya menyimpannya dalam pikiran. Tradisi membuat resolusi sudah ada sejak ribuan tahun yang lalu. Di Roma kuno, orang-orang menghormati Janus — dewa dengan dua wajah yang dapat melihat masa lalu dan masa depan. Orang Romawi percaya Janus mengawasi awal yang baru, jadi mereka bertukar hadiah dan memaafkan orang lain setiap tahun dimulai. Hari Tahun Baru tidak selalu tanggal 1 Januari. Hanya budaya yang menggunakan kalender matahari 365 hari yang merayakannya saat itu. Pada 46 SM, Julius Caesar memperkenalkan kalender baru dan secara resmi menjadikan 1 Januari sebagai hari pertama tahun itu, menamai bulan itu dengan nama Janus. Seiring waktu, resolusi menjadi berarti tujuan pribadi — seperti menjadi lebih sehat, belajar lebih giat, atau mengubah kebiasaan buruk. Beberapa orang memutuskan untuk makan lebih baik, lebih banyak berolahraga, atau berhenti merokok. Yang lain ingin lebih fokus di sekolah atau meningkatkan pekerjaan mereka. Tetapi apakah kita menepati resolusi ini atau tidak, resolusi itu mengingatkan kita untuk melihat kembali apa yang telah kita lakukan dan ke depan untuk apa yang ingin kita capai.