Subtitle
Terjemahan
In Berlin, a new type of worker is emerging — independent “digital nomads” who turn cafés into their offices. Carrying laptops and smartphones, they pay for their workspace with cappuccinos and sandwiches. Anna, 28, runs her design startup from several coffee shops. “I don’t need a big office,” she says. “I just need Wi-Fi and good coffee.” These freelancers see large companies downsizing while technology makes it easy to start small businesses. “Berlin cafés are the new co-working spaces,” says Jonas, a software developer. “We create our own rules.” The trend reminds author Lisa Becker of her book Independent Nation, where she noted that modern tools allow people to work anytime, anywhere. Cafés like Kaffeekultur in Kreuzberg are full of people building apps, writing content, and meeting clients. Even established tech teams from companies like Spotify and Zalando occasionally gather there. “It feels free,” says Markus, who recently left his job. “No bosses, no cubicles — just work and creativity over a latte.”
Di Berlin, jenis pekerja baru sedang muncul — "nomad digital" independen yang mengubah kafe menjadi kantor mereka. Membawa laptop dan ponsel cerdas, mereka membayar ruang kerja mereka dengan cappuccino dan sandwich. Anna, 28, menjalankan startup desainnya dari beberapa kedai kopi. "Saya tidak membutuhkan kantor besar," katanya. "Saya hanya butuh Wi-Fi dan kopi yang enak." Para pekerja lepas ini melihat perusahaan-perusahaan besar memperkecil ukuran sementara teknologi memudahkan untuk memulai bisnis kecil. "Kafe-kafe Berlin adalah ruang kerja bersama yang baru," kata Jonas, seorang pengembang perangkat lunak. "Kami membuat aturan kami sendiri." Tren ini mengingatkan penulis Lisa Becker pada bukunya Independent Nation, di mana dia mencatat bahwa alat-alat modern memungkinkan orang untuk bekerja kapan saja, di mana saja. Kafe-kafe seperti Kaffeekultur di Kreuzberg penuh dengan orang-orang yang membuat aplikasi, menulis konten, dan bertemu klien. Bahkan tim teknologi mapan dari perusahaan seperti Spotify dan Zalando kadang-kadang berkumpul di sana. "Rasanya bebas," kata Markus, yang baru-baru ini meninggalkan pekerjaannya. "Tidak ada bos, tidak ada bilik — hanya pekerjaan dan kreativitas sambil menikmati latte."