Subtitle
Terjemahan
Sometimes there is a problem in life that has no answer.
Perhaps a child has trouble learning. Perhaps someone becomes ill.
Perhaps there was love, but now there is conflict.
These problems are hard to solve.
There is no single answer.
Many people have opinions on what is the best answer.
But in mathematics there is an answer: a single answer that is right.
There is no doubt; there is no argument; this answer is right.
If we ask, “What is five plus seven?” The answer is twelve.
If we ask, “How do you raise a child?”
The answer would depend on the child and the parents.
Sometimes there is more than one way to reach an answer.
Imagine we want to find the area of a triangle.
The triangle has a right angle; the two sides surrounding the right angle are 20mm and 30mm.
The formula for the area of a triangle is one half of (base)(height).
We could consider the 20mm side as the base and 30 mm as the height.
We could consider the 30mm side as the base and the 20mm side as the height.
Both ways would produce the same answer.
The area is 300 square mm.
Alternatively, we could consider the base as the third side of the triangle and then we would have to draw a height and measure it.
The height would be neither 20 nor 30.
But still we would end with the same answer.
In math, the answer does not change.
Another reason I like math is the way it brings order.
There can be a whole set of numbers or a whole set of measurements that mean nothing until mathematics organizes them into a pattern.
An average number can be found; graphs can be drawn; the spread of the numbers and probabilities of a certain number happening can be calculated.
This is like having a whole lot of dirty dishes after supper.
Applying math is like washing and sorting the dishes and putting them back into the cupboard.
Math is a powerful tool.
Math should be our friend, and we will find more ways to use it to better our lives.
Terkadang ada masalah dalam hidup yang tidak memiliki jawaban. Mungkin seorang anak kesulitan belajar. Mungkin seseorang sakit. Mungkin ada cinta, tetapi sekarang ada konflik. Masalah-masalah ini sulit dipecahkan. Tidak ada satu jawaban pun. Banyak orang memiliki pendapat tentang jawaban terbaik. Tetapi dalam matematika ada jawaban: satu jawaban tunggal yang benar. Tidak ada keraguan; tidak ada argumen; jawaban ini benar. Jika kita bertanya, "Berapa lima ditambah tujuh?" Jawabannya adalah dua belas. Jika kita bertanya, "Bagaimana cara membesarkan anak?" Jawabannya akan tergantung pada anak dan orang tua. Terkadang ada lebih dari satu cara untuk mencapai jawaban. Bayangkan kita ingin mencari luas segitiga. Segitiga tersebut memiliki sudut siku-siku; kedua sisi yang mengelilingi sudut siku-siku adalah 20mm dan 30mm. Rumus untuk luas segitiga adalah setengah dari (alas)(tinggi). Kita dapat menganggap sisi 20mm sebagai alas dan 30mm sebagai tinggi. Kita dapat menganggap sisi 30mm sebagai alas dan sisi 20mm sebagai tinggi. Kedua cara akan menghasilkan jawaban yang sama. Luasnya adalah 300 mm persegi. Atau, kita dapat menganggap alas sebagai sisi ketiga segitiga dan kemudian kita harus menggambar tinggi dan mengukurnya. Tingginya tidak akan 20 atau 30. Tetapi tetap saja kita akan berakhir dengan jawaban yang sama. Dalam matematika, jawabannya tidak berubah. Alasan lain saya menyukai matematika adalah cara matematika membawa keteraturan. Mungkin ada seluruh himpunan angka atau seluruh himpunan pengukuran yang tidak berarti sampai matematika mengaturnya menjadi pola. Sebuah angka rata-rata dapat ditemukan; grafik dapat digambar; penyebaran angka dan probabilitas terjadinya angka tertentu dapat dihitung. Ini seperti memiliki banyak piring kotor setelah makan malam. Menerapkan matematika seperti mencuci dan memilah piring dan meletakkannya kembali ke dalam lemari. Matematika adalah alat yang ampuh. Matematika harus menjadi teman kita, dan kita akan menemukan lebih banyak cara untuk menggunakannya untuk meningkatkan kehidupan kita.