Subtitle
Terjemahan
Mark, an English teacher, was worried. His students were quitting his classes faster than he expected. After two years of hard study, most of them still could not hold a simple conversation. He asked his mentor, Mrs. Allen, “Why do students fail to learn foreign languages?” Mrs. Allen explained, “Traditional methods focus on memorizing grammar rules and dialogues. But language is creative, not mechanical. If we treat language like a machine, students get frustrated and give up.” She introduced Mark to a better approach called TPR — Total Physical Response. “When children learn their first language, they listen first. They understand long before they speak. If you let students listen extensively before forcing them to talk, they will learn faster and more naturally.” Mark tried this method. For months, he spoke to his students using simple commands and stories while they only listened and responded physically. Later, they began speaking with confidence and joy.
Mark, seorang guru bahasa Inggris, merasa khawatir. Murid-muridnya keluar dari kelasnya lebih cepat dari yang dia duga. Setelah dua tahun belajar keras, sebagian besar dari mereka masih tidak dapat melakukan percakapan sederhana. Dia bertanya kepada mentornya, Ibu Allen, "Mengapa siswa gagal belajar bahasa asing?" Ibu Allen menjelaskan, "Metode tradisional berfokus pada menghafal aturan tata bahasa dan dialog. Tetapi bahasa itu kreatif, bukan mekanis. Jika kita memperlakukan bahasa seperti mesin, siswa akan frustrasi dan menyerah." Dia memperkenalkan Mark pada pendekatan yang lebih baik yang disebut TPR — Total Physical Response. "Ketika anak-anak belajar bahasa pertama mereka, mereka mendengarkan terlebih dahulu. Mereka mengerti jauh sebelum mereka berbicara. Jika Anda membiarkan siswa mendengarkan secara ekstensif sebelum memaksa mereka untuk berbicara, mereka akan belajar lebih cepat dan lebih alami." Mark mencoba metode ini. Selama berbulan-bulan, dia berbicara kepada murid-muridnya menggunakan perintah dan cerita sederhana sementara mereka hanya mendengarkan dan merespons secara fisik. Kemudian, mereka mulai berbicara dengan percaya diri dan gembira.