Subtitle
Terjemahan
In a teacher training workshop, Ms. Laura Green explained why she always used funny short stories in her English classes. She said that when students hear words inside a dramatic or silly story, they remember them more easily. Ms. Green often asked many easy questions while retelling the story. These questions seemed repetitive, but they made students hear the same words again and again — helping them remember. She explained that when learners visualize the story and quickly answer questions, their brains stay active. With enough repetition, the new words become natural. At the end of class, she asked students to retell the story aloud using the new vocabulary. Her goal was simple: don’t just learn words on the surface — learn them deeply so you can really use them in real conversations.
Dalam lokakarya pelatihan guru, Ms. Laura Green menjelaskan mengapa dia selalu menggunakan cerita pendek lucu di kelas bahasa Inggrisnya. Dia mengatakan bahwa ketika siswa mendengar kata-kata di dalam cerita yang dramatis atau konyol, mereka lebih mudah mengingatnya. Ms. Green sering mengajukan banyak pertanyaan mudah saat menceritakan kembali cerita tersebut. Pertanyaan-pertanyaan ini tampak berulang-ulang, tetapi membuat siswa mendengar kata-kata yang sama berulang-ulang — membantu mereka mengingat. Dia menjelaskan bahwa ketika peserta didik memvisualisasikan cerita dan dengan cepat menjawab pertanyaan, otak mereka tetap aktif. Dengan pengulangan yang cukup, kata-kata baru menjadi alami. Di akhir kelas, dia meminta siswa untuk menceritakan kembali cerita tersebut dengan lantang menggunakan kosakata baru. Tujuannya sederhana: jangan hanya mempelajari kata-kata di permukaan — pelajari mereka secara mendalam sehingga Anda benar-benar dapat menggunakannya dalam percakapan nyata.