Subtitle
Terjemahan
Mr. Lee sat in his office reviewing the English test results of his class. Every student showed some improvement, but two names stood out: Hana and Minho. Their scores had increased much more than anyone else’s. Curious, Mr. Lee asked them what they did differently outside of class. While most students spent their time memorizing grammar rules and studying vocabulary lists, Hana and Minho had a different strategy. They listened to English podcasts and stories for one to two hours every day. They also read easy, enjoyable books and articles, not heavy textbooks. This “input-based method” — focusing on listening and reading fun, understandable English — worked far better than traditional “analysis-based methods” of breaking apart grammar and memorizing rules. Surprisingly, Hana and Minho’s vocabulary and grammar scores improved faster than those who studied only grammar and vocabulary books. Mr. Lee was thrilled. The results proved that repeated listening and reading are more powerful than traditional study methods. He now tells all his students: “Don’t analyze English. Don’t spend all your time on grammar books. Listen every day. Read fun materials. Trust the process — you will improve faster, just like Hana and Minho.”
Pak Lee duduk di kantornya meninjau hasil tes bahasa Inggris kelasnya. Setiap siswa menunjukkan peningkatan, tetapi dua nama menonjol: Hana dan Minho. Nilai mereka meningkat jauh lebih banyak daripada siswa lain. Karena penasaran, Pak Lee bertanya kepada mereka apa yang mereka lakukan berbeda di luar kelas. Sementara sebagian besar siswa menghabiskan waktu mereka untuk menghafal aturan tata bahasa dan mempelajari daftar kosakata, Hana dan Minho memiliki strategi yang berbeda. Mereka mendengarkan podcast dan cerita bahasa Inggris selama satu hingga dua jam setiap hari. Mereka juga membaca buku dan artikel yang mudah dan menyenangkan, bukan buku teks yang berat. "Metode berbasis input" ini — berfokus pada mendengarkan dan membaca bahasa Inggris yang menyenangkan dan mudah dipahami — bekerja jauh lebih baik daripada "metode berbasis analisis" tradisional yang memecah tata bahasa dan menghafal aturan. Anehnya, nilai kosakata dan tata bahasa Hana dan Minho meningkat lebih cepat daripada mereka yang hanya belajar buku tata bahasa dan kosakata. Pak Lee sangat senang. Hasilnya membuktikan bahwa mendengarkan dan membaca berulang kali lebih kuat daripada metode belajar tradisional. Sekarang dia memberi tahu semua muridnya: "Jangan menganalisis bahasa Inggris. Jangan habiskan seluruh waktu Anda untuk buku tata bahasa. Dengarkan setiap hari. Baca materi yang menyenangkan. Percayalah pada prosesnya — Anda akan meningkat lebih cepat, seperti Hana dan Minho."